Jumat, 10 Juli 2009

Menyambung Handrail Kayu



Sebuah bangunan apabila lebih dari satu lantai maka memerlukan tangga untuk menghubungkan lantai bawah dengan lantai yang di atasnya.
Untuk keamanan melintasi tangga ,diberi railing tangga dan dibagian atas railing tangga disediakan tempat untuk berpegangan yang dinamakan handrail.
Apabila handrail dibuat dari bahan kayu,untuk dapat dipasang pada railing tangga yang cukup panjang,kita perlu menyambung handrail kayu tersebut karena panjang kayu terbatas.
Secara konstruksi menyambung handrail tangga tidak serumit menyambung balok kayu untuk kuda kuda atap bangunan yang harus dihitung kekuatan tegangan tekan dan tarik kayu,serta jumlah baut yang memadai.
Hal ini dikarenakan untuk railing tangga besi dibawah handrail kayu disediakan besi pelat yang disekrupkan kehandrail,secara otomatis tegangan tarik dari handrail kayu dibebankan ke plat besi tersebut,sehingga sambungan kayu secara tegak luruspun cukup kuat dengan bahan perekat lem kayu, mengingat daya rekat lem kayu dapat sekuat serat kayu sendiri seperti pada triplek atau engineering door.(info dari eksportir kusen dan pintu).

Alternatif lain adalah dengan menyambung kayu dengan masing masing ujung handrail kayu dipotong miring dari bawah ke atas ,sehingga handrail kayu tersebut dapat disambung dengan sekrup(dipantek dari bawah handrail) tanpa terlihat sambungannya.

Tetapi yang lebih penting kita harus hati hati didalam menyambung supaya menghasilkan sambungan yang rapi sehingga tidak menyolok mata.

By: markus

Dust Proof


Teringat sewaktu kecil saya sering mengkorek korek untuk membersihkan lubang tempat slot pintu bagian bawah yang ditanam dilantai teraso,karena seringnya dipenuhi oleh pasir, kotoran atau debu halus.

Sebelum kotoran dikeluarkan dari lubang tersebut ,maka pintu tidak dapat dikunci dengan benar karena slot bawahnya terganjal oleh kotoran dilubang.
Jaman sekarang sudah ditemukan solusinya dengan memakai Dust proof yang bentuknya silinder dengan bagian dasarnya tertutup mati dan bagian atasnya tertutup dengan penahan “PER:”.
Dalam keadaan tidak digunakan maka debu kotoran tidak dapat masuk kedalam tabung karena “PER” menekan tutup atas tabung dan sewaktu digunakan maka slot pintu bawah akan menekan “PER”dust proof sampai kedasar lubang.

Ukuran dust proof bervariasi tergantung ukuran slot bawah pintu dan merk dari dustproof tersebut,tetapi yang paling sering dijumpai dipasaran ukuran silinder dengan jari jari 1cm dan tinggi silinder 3,5cm.

Agar Dust proof dapat tertanam dengan baik maka kita perlu membuat lubang seukuran diameter dari dustproof tersebut.
Kesulitan didapat apabila kita harus melubangi lantai keramik atau granit yang terpasang dibawah pintu,apabila tidak berhati hati akan menyebabkan lantai tersebut pecah sewaktu kita membuat lubang.
Untuk mengatasi kesulitan tersebut kita dapat mengebor lubang dengan mata bor khusus untuk membuat lubang dengan kekerasan mata bor disesuaikan dengan jenis lantai yang akan dilubangi.
Ada baiknya kita membuat mal dari triplek yang dilubangi agar mata bor terfokus kelantai yang akan dilubangi sehingga tidak bergeser kekiri dan kekanan.

By: Markus

Selasa, 16 Juni 2009

Mengganti kran patah

Suatu ketika anda mengalami masalah harus mengganti kran...,karena bocor atau mampet.

Untuk mengganti sebetulnya bukan masalah yang sulit :

1.matikan dulu aliran airnya

2 putar pangkal pipa kran(yang berhubungan dengan pipa) kearah yang berlawanan dengan jarum jam  untuk  mengendorkan.

3 siapkan kran pengganti yang bagian dratnya sudah dililit bahan isolasi.

Bisa juga diberi sedikit lem isarplas

4.pasang kran pengganti ,dengan memutar searah jarum jam.

Kesulitan mulai timbul ketika ternyata kran yang lama patah dan celakanya bagian patahannya tertinggal didalam pangkal pipa(di dalam knee drat pipa).

Solusinya sebagai berikut:

jangan lupa siapkan perlengkapan

1.kunci Inggris atau kunci pas

2.Kran pengganti

3.Isolasi & lem isarplas

4.gergaji besi

5. obeng

6.palu

7.catut

Caranya,gergaji bagian kran yang tersisa untuk mendapatkan seperempat potongan silinder pipa,setelah terpotong lalu coak bagian seperempat silinder itu dengan obeng dan palu,tarik bagian sisa kran tersebut keluar.

Setelah sisa patahan kran dikeluarkan,kembali lagi kelangkah di atas untuk memasang kran baru.

Apabila cara ini sulit dikerjakan sendiri karena melelahkan,dapat meminta bantuan tukang plumbing.

By:Ir Markus

Senin, 15 Juni 2009

keramik meledak (popping)


Setelah berjalan beberapa waktu,kadang kadang dijumpai keramik meledak (popping)

Penyebab keramik meledak:

1.lantai turun sehingga ada tekanan pada keramik,atau ada beban berlebih

2.proses susut dan muai

3.perekat(semen) tidak kuat untuk menahan tekanan keramik

Bagaimana cara mengatasinya?

Untuk kasus nomer satu(1),harus diselesaikan penyebab lantai turun lebih dahulu,karena keramik meledak hanya akibat dari penurunan.

2.untuk proses susut muai diatasi dengan memberi tempat yang cukup untuk proses susut dan muai,hal hal yang mempengaruhi antara lain:

a)ukuran dan kwalitas(spesifikasi) keramik

b)jarak nat

c)cuaca dan daerah pemasangan

d) kadar air(ada yang perlu direndam dahulu ada yang tidak perlu direndam)

3 untuk masalah perekat(semen),tergantung dari jenis perekat(lihat spesifikasinya),perbandingan campuran semen

Bagaimana memasangnya kembali..?

apakah semen di bawah keramik harus di bobok dulu ..?

kalau direkat kembali dengan semen(spesi),tentunya semen dibawah keramik harus dibobok kembali,kecuali apabila direkat dengan lem,atau bahan lain yang tidak memerlukan spesi yang tebal.

Supaya keramik tidak terangkat lagi, sebaiknya dibagian pinggir yang berhubungan dengan tembok diberi nat yang agak lebar sekitar ½ - 1 cm trus .

alternatif untuk nat keramik dari bahan semen,bisa juga dengan bahan karet(silikon) supaya lebih fleksibel terhadap pemuaian.

By:Ir Markus